Pengertian Dan Ciri-Ciri Durhaka Kepada Orang Tua

Tolong Di Share KawanPin on Pinterest0Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Share on Tumblr0

Pengertian Dan Contoh Durhaka Kepada Orang Tua – Dalam Agama Islam Rasulullah SAW selalu mengajarkan kepada umat nya untuk selalu mencintai dan menghormati orang tuanya. Anak yang durhaka kepada orang tuanya tentu saja akan di bukan pintu neraka sebesar-besarnya kepada manusia tersebut, dan sebaliknya bagi anak yang menghormati dan mencintai orang tuanya maka akan dibukakan segala pintu rejeki nya dan yang lebih penting adalah dibuka kan pintu surga selebar-lebar nya.durhaka kepada orang tua ,akibat durhaka kepada orang tua ,durhaka kepada orang tua menurut islam ,azab durhaka kepada orang tua ,hukum durhaka kepada orang tua ,orang tua durhaka kepada anak ,contoh durhaka kepada orang tua ,pengertian durhaka kepada orang tua ,anak yang durhaka kepada orang tua ,orang durhaka kepada orang tua ,manusia durhaka kepada orang tua ,orang yang durhaka kepada orang tua ,mengapa durhaka kepada orang tua dilarang dalam agama islam ,durhaka kepada kedua orang tua ,larangan durhaka kepada orang tua ,kisah anak yang durhaka kepada orang tua ,durhaka kepada orang tua dalam islam ,pengertian durhaka kepada kedua orang tua ,durhaka kepada orang tua disebut ,durhaka kepada orangtua adalah ,10 sikap durhaka kepada orang tua ,10 bentuk durhaka kepada orang tua ,10 perbuatan durhaka kepada orang tua ,3 bentuk durhaka kepada orang tua ,5 contoh durhaka kepada orang tua

Di dunia ini tidak sedikit diantara mereka yang berani atau durhaka kepada orang tua nya didalam agama islam ada beberapa ciri-ciri anak berani kepada orang tuanya, sehingga ALLAH SWT marah dan melaknat manusia tersebut.

ALLAH SWT dalam al-Qur’an telah memerintahkan untuk patuh kepada orang tuanya seperti firman ALLAH didalam ayat Al-Isra’ ayat 23-24 :

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

Artinya : “Dan Rabb-mu telah memerintahkan kepada manusia janganlah ia beribadah melainkan hanya kepada-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua dengan sebaik-baiknya. Dan jika salah satu dari keduanya atau kedua-duanya telah berusia lanjut disisimu maka janganlah katakan kepada keduanya ‘ah/uf’ dan janganlah kamu membentak keduanya” (Q.S. Al-Isra : 23)

ALLAH SWT telah memerintahkan kepada umat nya untuk senantiasa tunduk patuh terhadap perintah orang tuan nya bila itu dalam koridor kebaikan. Tapi sampai saat ini bahkan masih saja yang banyak durhaka kepada orang tuanya seperti yang di ceritakan dalam legenda malin kundang yang berani kepada orang tuanya karena dia kemaruk dengan harta dan gengsi. Rasulullah SAW bersabda seperti yang telah disampaikan oleh Tirmidzi :

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ ابْنِ الْهَادِ عَنْ سَعْدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ الْكَبَائِرِ أَنْ يَشْتُمَ الرَّجُلُ وَالِدَيْهِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَهَلْ يَشْتُمُ الرَّجُلُ وَالِدَيْهِ قَالَ نَعَمْ يَسُبُّ أَبَا الرَّجُلِ فَيَشْتُمُ أَبَاهُ وَيَشْتُمُ أُمَّهُ فَيَسُبُّ أُمَّهُ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ

Artinya : Termasuk Al Kaba`ir (Perbuatan Dosa besar), yakni bila seseorang mencela kedua orang tuanya. Mereka, para sahabat itu bertanya, Wahai Rasulullah SAW, mungkinkah seseorang mencela kedua orang tuanya? Nabi menjawab: Ya, bila dia mencaki bapak seseorang, maka orang itu pun akan mencaci bapaknya. Dan bila ia mencaci ibu seseorang, lalu orang itu pun akan mencaci ibunya. Abu Isa berkata, Ini adalah hadits hasan shahih. (HR. Tirmidzi No.1824)

Di dalam islam telah di jelaskan beberapa ciri-ciri anak yang durhaka kepada orang tuanya yaitu (temakita):

ciri-ciri anak yang Durhaka kepada orang tuanya – Berkata Aha

Didalam Al-Qur’an sudah dijelaskan bahwa seseorang anak yang durhaka kepada orang tua nya maka anak tersebut telah berdosa besar. Seperti yang sering terjadi dalam beberapa kaus, banyak anak jaman sekarang yang dinasihati atau di perintah selalu menjawab dengan kata “Aha” dengan keras di hadapan orang tuanya, ada juga bila anak tidak menafkahi orang tuanya yang sangat membutuhkan kehidupan sedangkan anak tersebut hidup dengan kecukupan maka anak tersebut tergolong anak yang durhaka tentu akan menutup pintu rejeki nya.

ciri-ciri anak yang Durhaka kepada orang tuanya – Tidak Melayani Orang Tua nya

Sudah merupakan sebuah kewajiban seorang anak untuk melayani kedua orang tuanya karena itu bentuk rasa syukur anak tersebut kepada orang tuanya yang telah membesarkan dan membuat nya menjadi sukses seperti ini. Bukan malah menyuruh orang tua untuk melakukan segala kebahagian seorang diri anak tersebut, maka itu termasuk dalam golongan orang yang durhaka.

ciri-ciri anak yang Durhaka kepada orang tuanya – Menajamkan Mata

Sangat banyak sekali anak yang berani dengan orang tuanya yang mungkin telah membuat dia kesal atau marah besar, menajamkan mata atau dalam bahasa jawa yaitu mandeng orang tua secara jahat maka hal tersebut termasuk durhaka kepada orang tua.

ciri-ciri anak yang Durhaka kepada orang tuanya – Membuat Orang Tua Sedih

Tugas dari seorang anak adalah salah satu nya membahagiakan dan berkati kepada ke dua orang tuanya bukan malah membuat orang tua sedih dengan kondisi yang anda rasakan sekarang ini, maka itu termasuk durhaka kepada orang tuanya.

ciri-ciri anak yang Durhaka kepada orang tuanya – Mendahului Orang Tua

Jangan sekali-kali mendahului orang tua seperti saat berbicara tanpa se-izin orang tua malah menyela atau menyerobot pembicaraan nya, mengambil makan seharusnya orang tua lebih dahulu malah anak nya yang mengambil makan terlebih dahulu. Dengan perbuatan mendahului orang tua itu termasuk sifat sombong dan juga takabur, sama saja perbuatan tersebut membuat orang tua tersinggung.

ciri-ciri anak yang Durhaka kepada orang tuanya – Tidak Mengakui Keberadaan Orang Tua

Sudah Jelaskan durhaka yang paling parah dan sangat mudah terlihat adalah tidak mengakui keberadaan orang tuanya, seperti yang sudah di ceritakan malin kundang yang tidak mengakui keberadaan orang tuanya hingga dia dikutuk menjadi batu. Tidak boleh untuk tidak mengakui keberadaan orang tua nya karena orang tua memiliki banyak kekurangan, tentu itu termasuk dosa yang besar. Patut nya kita harus bangga kepada orang tua kita biarpun apa pun kondisi yang di alami oleh orang tua kita.

Kesimpulan

Dalam agama apa saja sudah jelas berani kepada orang tua merupakan lah dosa yang amat besar, oleh karena itu apa pun alasan nya sepatutnya kita bangga dengan kondisi ke dua orang tua kita

Tolong Di Share KawanPin on Pinterest0Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Share on Tumblr0
2 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *