Cara Memecat Karyawan Agar Tidak Sakit Hati Dan Sesuai Dengan Prosedur

Pimpinan bijak, merupakan pimpinan yang dapat mengayomi bawahan, memberikan bimbingan dan tentunya teguran bila karyawan bermasalah. Sebaiknya pemimpin perusahaan pun wajib mengerti cara memecat karyawan bila memang tidak sesuai standar perusahaan. Dengan memahami cara memecat karyawan dengan baik, maka pemimpin tersebut termasuk pemimpin bijak, lantaran mampu menjaga perasaan mantan karyawan dan sesuai dengan prosedur berlaku.

Setiap pimpinan memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing. Banyak orang menganggap menjadi pimpinan itu mudah hanya tinggal perintah bawahan maka pekerjaan selesai. Tanggung jawab merupakan poin penting menjadi seorang atasan, bagaimana atasan mempertanggungjawabkan pekerjaan bawahan, terlebih lagi pekerjaan bawahan kurang bagus. Sehingga terjadilah pemecatan, agar pemecatan tersebut dapat di terima kedua belah pihak pemimpin wajib tahu cara memecat karyawan dengan baik.

Aturan Cara Memecat Karyawan

Mungkin menjadi opsi terbaik dengan memecat pegawai bermasalah atau tidak sesuai dengan standar kerja. Tetapi memecat pegawai tidak semudah itu. Karena sebagai pimpinan memecat pegawai akan merasakan beban metal, dosa hingga sampai mantan pegawai tidak terima atas perilaku mantan pimpinannya dan melaporkan pihak berwenang. Untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan, berikut cara memecat karyawan oleh temakita:

Cara Memecat Karyawan
Cara Memecat Karyawan

1. Peringatkan Sedini Mungkin

Kesal dengan kinerja bawahan yang tidak sesuai dengan harapan perusahaan, berikan peringatan halus dan sedini mungkin jangan sampai perusahaan merugi karena kesalahan pegawai. Coba berbicara empat mata dengan bawahan, jelaskan kesalahan yang sudah dia buat, lalu berikan solusi untuk mengatasi masalah.

Sebagai pemimpin perlu bersikap tegas dengan karyawan yang tidak bagus hasil kerjanya, dengan memberikan peringatan sedini mungkin akan membuat efek jerah karyawan untuk berbuat salah. Dengan begitu, karyawan akan merasa menyesali semua kesalahan yang sudah dia perbuat pada akhirnya bersedia untuk memperbaiki kesalahannya.

2. Buatlah Penilaian Standar Perusahaan Yang Jelas

Ada baiknya sebelum menerima karyawan untuk bekerja pada perusahaan, jelaskan terlebih dahulu apa saja yang menjadi standar bekerja pada perusahaan. Ketika karyawan melakukan kesalahan pada pekerjaannya, berikan penilaian buruk pada hasil kerja karyawan tersebut dengan begitu karyawan akan sadar diri bahwa dia tidak dibutuhkan atau sudah seharusnya dia keluar dari perusahaan.

Pentingnya penilaian tersebut jangan hanya melalui lisan disampaikan kepada karyawan tetapi secara tertulis dengan beberapa rangkap dokumen yang nantinya di tanda tangani pada surat pernyataan bahwa dia setuju dengan penilaian hasil kerjanya, dengan begitu di belakang hari tidak ada klaim dari karyawan bermasalah bila dia telah diberhentikan dari pekerjaannya.

3. Berikan Surat Peringatan

Seperti kebanyakan perusahaan pada umumnya, ada sistem cara memecat karyawan dengan memberikan surat pernyataan secara hukum, sering disebut dengan surat SP(Surat Peringatan). Apabila karyawan sudah memiliki surat peringatan sebanyak tiga kali, karyawan tersebut secara otomatis tidak di perkenankan untuk bekerja pada perusahaan.

Keberadaan aturan surat peringatan, membuat karyawan akan lebih berhati hati dalam melakukan tindakan yang dapat merugikan perusahaan. Surat peringatan di berikan secara bertahap dari surat peringatan pertama hingga surat peringatan ketiga. Surat peringatan pun harus di setujui kedua pihak antara perusahaan dengan karyawan.

4. Berilah Kontrak Jangka Pendek

Di era modern, hampir seluruh perusahaan pemerintah dan swasta memberlakukan sistem pegawai kontrak. Dengan adanya sistem pegawai kontrak tersebut maka status pegawai bukan pegawai tetap. Sewaktu waktu pegawai tersebut berhenti dari pekerjaannya bila kontrak tidak diperbaharui perusahaan. Dengan sistem kontrak tersebut perusahaan dapat memberikan kontrak kerja kepada pegawai yang di nilai masih belum kompeten bekerja, sebaiknya berikan kontrak jangka pendek antara 1 hingga 2 tahun.

Memiliki pegawai yang sebelum telah lolos tes seleksi perusahaan, sebenarnya pegawai tersebut sudah cukup kompeten pada bidang yang dia miliki. Oleh karena itu perusahaan harus mempertimbangkan dalam memecat pegawai karena mencari pegawai kompeten, bukan hal mudah.

Pertimbangkan karyawan untuk tetap bertahan pada perusahaan. Belum tentu juga pegawai yang dipecat itu buruk mungkin saja tidak sengaja atau belum mengerti akan sesuatu hal. Nah seperti itulah cara memecat karyawan secara profesional tanpa membuat permusuhan dengan mantan karyawan.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *