Bagaimana Cara Dan Aturan Memberhentikan Karyawan Dengan Baik

Tolong Di Share KawanPin on Pinterest0Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Share on Tumblr0

Aturan Memberhentikan Karyawan – Pimpinan yang baik merupakan pimpinan yang dapat mengayomi karyawan nya, Selalu memberikan bimbingan dan tentunya teguran bila karyawan nya bersalah. Sebenarnya kita mencoba untuk melihat kebelakang tiap-tiap manusia itu sendiri merupakan seorang pemimpin itu yang sudah tentukan oleh Tuhan kepada kita, pemimpin apa? ah yang benar aja buktinya aku kerja menjadi karyawan bawahan? jangan memandang semua pemimpin itu adalah pemimpin seperti di perusahaan loh, tetapi manusia adalah pemimpin dari semua yang diciptakan tuhan kepada kita yaitu dengan cara kita menjaga dan melestarikan alam sekitar.

Pimpinan di kantor itu banyak sebenarnya, ada pimpinan per bagian, pimpinan per daerah hingga sampai pemimpin pemilik perusahaan. Setiap pimpinan memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing, banyak orang yang menganggap menjadi pimpinan itu mudah hanya tinggal perintah sana dan perintah sini atau banyak orang bilang kerjaannya cuman tanda tangan saja, nyatanya salah loh mengapa demikian menjadi pimpinan itu memiliki tanggung jawab yang besar bila ada karyawan yang berbuat salah maka pimpinan tersebut yang akan disalahkan pimpinan diatas nya begitu pula seterusnya, sampai ke pimpinan paling atas yang bertanggung jawab atas hidup dan matinya perusahaan yang dimiliki. Mungkin menjadi opsi jalan keluar terbaik adalah memecat pegawai yang bermasalah atau tidak berkompeten. Tetapi memecat pegawai tidak mudah loh karena anda sebagai pimpinan yang memecat pegawai akan beban metal, dosa hingga bila mantan pegawai tersebut tidak terima makan dia bisa melaporkan pihak yang berwenang. Berikut cara dan aturan memberhentikan karyawan oleh temakita:kata kata halus untuk memecat karyawan ,alasan perusahaan memberhentikan karyawan ,aturan memberhentikan karyawan ,bagaimana memberhentikan karyawan ,cara memberhentikan karyawan secara halus ,cara memberhentikan karyawan tanpa pesangon ,memberhentikan karyawan kontrak ,memberhentikan karyawan tanpa pemberitahuan ,mengapa perusahaan memberhentikan karyawan ,alasan memberhentikan karyawan ,cara memberhentikan karyawan dengan baik ,cara memberhentikan karyawan ,cara memberhentikan karyawan dengan halus ,cara memberhentikan karyawan dengan sopan ,cara memberhentikan karyawan kontrak ,etika memberhentikan karyawan ,peraturan memberhentikan karyawan ,teknik memberhentikan karyawan ,tips memberhentikan karyawan ,trik memberhentikan karyawan ,kata-kata memecat karyawan ,cara memecat karyawan tanpa pesangon ,alasan bos memecat karyawan ,alasan pecat karyawan ,alasan untuk memecat karyawan ,alasan perusahaan memecat karyawan ,cara mengeluarkan karyawan dari perusahaan ,cara mengeluarkan karyawan secara halus ,cara mengeluarkan karyawan dengan baik ,memberhentikan karyawan

Aturan Memberhentikan Karyawan – Peringatkan Sedini Mungkin

Kesal dengan kinerja bawahan yang tidak sesuai dengan harapan perusahaan, lakukan peringatan yang halus dan sedini mungkin jangan sampai perusahaan merugi karena kesalahan pegawai nya. Coba lah berbicara empat mata dengan karyawan tersebut, jelaskan kesalahan yang sudah dia buat lalu berikan solusinya untuk mengatasi masalah tersebut. Anda perlu tegas dengan karyawan yang tidak benar kerjanya dengan memberikan peringatan sedini mungkin akan membuat efek jerah karyawan itu untuk berbuat salah, sehingga karyawan akan menyesali semua kesalahan yang sudah dia perbuat.

Aturan Memberhentikan Karyawan – Buatlah Penilaian Standar Perusahaan Yang Jelas

Sebelum anda menerima karyawan untuk masuk dalam perusahaan jelaskan terlebih dahulu apa saja yang menjadi standar bekerja pada perusahaan anda. Dengan begitu bila seseorang karyawan salah dalam melakukan pekerjaannya dan tentu berakibat penilaian buruk pada pekerjaan nya, karyawan akan sadar diri bahwa dia tidak dibutuhkan atau sudah seharusnya dia keluar dari perusahaan anda. Pentingnya penilaian tersebut jangan hanya melalui lisan disampaikan kepada karyawan tetapi secara tertulis dengan beberapa rangkap yang nantinya karyawan menandatangani pernyataan bahwa dia setuju dengan penilaian tersebut sehingga di belakang hari tidak ada klaim dari karyawan tersebut bila dia telah di keluarkan.

Aturan Memberhentikan Karyawan – Berikan Surat Peringatan

Seperti kebanyakan perusahaan besar lainnya, ada sebuah sistem memecat pegawai dengan cara memberikan surat pernyataan secara hukum yaitu surat SP(Surat Peringatan) bila seseorang sudah memiliki surat peringatan sebanyak tiga kali maka karyawan tersebut secara otomatis tidak di perkenankan untuk bekerja pada perusahaan. Dengan adanya SP karyawan yang bersalah akan berhati hati dalam melakukan tindakan apa lagi bila dia sudah mendapatkan SP2 maka tidak lama lagi karyawan tersebut akan keluar dengan sendiri nya bila dia melakukan salah sekali lagi.

Aturan Memberhentikan Karyawan – Berilah Kontrak Jangka Pendek

Dewasa ini hampir semua perusahaan pemerintah dan swasta memberlakukan nya sistem pegawai kontrak, dengan adanya sistem kontrak tersebut status pegawai tersebut bukan lah tetap atau sewaktu waktu pegawai tersebut keluar bila kontrak nya tidak diperbaharui. Dengan sistem kontrak tersebut perusahaan dapat memberikan kontrak kerja kepada pegawai yang di nilai masih belum kompeten bekerja pada perusahaan, sebaiknya berikan lah kontrak jangka pendek seperti 3 sampai 1 tahun.

Kesimpulan

Memiliki pegawai yang sebelum nya sudah lolos seleksi  tes dari perusahaan, sebenarnya pegawai tersebut sudah lah kompeten pada bidang yang dia miliki, oleh karena itu perusahaan harus mempertimbangkan dalam memecat pegawai karena mencari pegawai yang kompeten cukup lah susah. Pertimbangkan pegawai tersebut untuk tetap bertahan pada perusahaan, bukan sikap yang bijak gonta-ganti pegawai, belum tentu juga pegawai yang anda pecat itu buruk mungkin dia tidak sengaja atau belum mengerti sebaiknya harus bagaimana dan belum tentu juga calon pegawai yang anda rekrut lebih baik dari pegawai yang telah anda  pecat. Utara kan kepada pegawai tersebut bila dia sudah tidak dibutuhkan di perusahaan agar dia resign dengan sendiri nya.

Tolong Di Share KawanPin on Pinterest0Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Share on Tumblr0

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *