Peluang Usaha Jamur Tiram Beserta Startegi

Tolong Di Share KawanPin on Pinterest0Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Share on Tumblr0

Pada akhir tahun 2015 banyak sekali para UKM sukses dalam menjalankan bisnis jamur tiram di daerah Jawa Tengah dan Yogyakarta, ini dikarenakan modal kecil dan keuntungan yang besar, pada postingan kali ini saya akan menganalisis usaha jamur tiram, seiring banyaknya permintaan pasar terhadap jamur tiram membuat peluang usaha jamur tiram kini  memiliki prospek yang menjanjikan. Sebelum saya analisis peluang bisnis dari jamur tiram ini saya akan menjelaskan jamur tiram tersebut, jamur tiram merupakan jenis jamur yang hidup di permukaan batang pohon lapuk atau di batang pohon yang sudah ditebang, kita dapat melihat banyak nya jamur tiram di sepanjang hutan atau daerah sejuk.

Pada dewasa ini anda tidak perlu repot-repot mencari jamur tiram ke hutan-hutan karena saat ini anda dapat menjumpai di usaha budi daya jamur tiram. Usaha ini dapat dilihat sebagai usaha peluang usaha yang prospek karena dari segi saingan bisnis masih jarang. Permintaan jamur tiram yang meningkat pesat dikarenakan masyarakat gemar makan jamur tiram dengan tekstur yang kenyal lembut namun terdapat banyak zat gizi didalamnya. Masyarakat maupun pengusaha jamur tiram sering menggunakan jenis jamur ini dimasak sebagai sayuran maupun di goreng kering menjadi jamur crispy.

Mudahnya perawatan budidaya jamur tiram ini menjadi nilai lebih. Semua kalangan masyarakat bisa membudidayakan jamur jenis ini, termasuk ibu rumah tangga dapat menekuni usaha ini disela kesibukannya mengurus rumah tangga, oleh sebab itu usaha ini patut untuk dicoba.

Cara Usaha Budidaya Jamur Tiram

Sebelum melakukan pembibitan ke dalam media tanaman, beberapa persiapan perlu di siapkan yaitu:

  1. Siapkan bahan yang akan digunakan
  2. Campur serbuk kayu dengan bahan lain seperti tepung jagung, bekatul dan kapur sampai merata kemudian ke seluruh bahan tersebut di ayak.
  3. Tambahkan air hingga kandungan air dalam media tanaman mencapai kurang lebih 65%, lalu ukur menggunakan kertas lakmus untuk mengecek PH-nya. Ada pertanyaan, Bagaimana cara memastikan dan mengetahui bahwa campuran tersebut sudah sesuai atau belum? caranya dengan menggenggam campuran tersebut, dengan logika bila campuran tersebut dapat mengepal dan tidak mengeluarkan air, maka itu bertanda campuran nya sudah bagus dan sesuai.
  4. Masukan media tanaman tersebut kedalam katung-kantung plastik, dan padatkan. Kemudian beri cicin paralon pada bagian atas kantung plastik. Lantas lubangi setengah kantung plastik dengan kayu dan tutup dengan kertas lilin serta ikat menggunakan karet pentil.
  5. Media tanaman yang sudah dikemas tersebut, selanjutnya di netral kan pada suhu 120 celcius selama kurang lebih 7 hingga 8 jam.
  6. setelah proses penetralan selesai, saatnya media tanaman tersebut mulai di diginkan kurang lebih 8 hingga 12 jam dalam ruang khusus inokulasi. Pada saat itu, bibit langsung dimasukkan kedalam balok.

Catatan : Banyak para petani yang sudah melihat prospek dari jamur tiram ini dengan menyiapkan media tanaman balok yang didalamnya sudah dimasukkan bibit jamur. Sekedar informasi harga satu balok sekitar Rp 2.000 hingga Rp. 2.500, dengan begitu sangat membantu para pebisnis jamur tiram ini untuk menekuni usaha tersebut.

Startegi Pemasaran dan Promosi

Setelah proses pembibitan dan proses pengembangan bibit jamur tiram langkah selanjutnya adalah proses pemasaran hasil produksi tersebut. sekedar informasi penting saja jamur tiram tidak memiliki cukup panjang umur, jadi ketika sudah layak jual segeralah untuk dijual bila tidak jamur tersebut akan busuk. Ada solusi lain untuk menangani masalah tersebut dengan menjadikan jamur tiram tersebut sebagai jamur crispy dan di tambahkan sedikit bumbu penyedap rasa.

Berikut ini beberapa teknik strategi promosi dan pemasaran yang dapat anda lakukan dalam usaha budidaya jamur tiram:

  1. Survey pasar, Lakukan lah survey pasar, survey pasar tersebut tidak hanya datang ke pasar untuk menawari dagangan melainkan lihat potensi masyarakat terhadap konsumsi jamur tiram tersebut. survey pasar harus dilakukan jahu-jahu hari sebelum panen jamur tiram tersebut untuk menanggulangi masalah umur jamur yang tidak cukup lama.
  2. Jadwal panen, biasanya panen untuk jamur tiram tersebut sudah terjadwal oleh kita, dan menunda hasil panen akan sangat mempengaruhi kualitas dari jamur tersebut.
  3. Packing, pengemasan pada jamur harus benar-benar di perhatikan dan dilakukan dengan benar, karena cara pengemasan ini akan mempengaruhi daya tahan jamur dan dari segi desing tampilan mempengaruhi harga jual jamur. Sebelum dilakukan packing jamur diam kan dulu 1 jam. Gunakan ukuran plastik yang sesuai, plastik tersebut tidak perlu terlalu besar dan juga jangan terlalu kecil, namun berat jamur 200 gram gunakan plastik dengan ukuran 18 cm. Pada tahap akhir gunakan alat sealer supaya kemasan tersebut kedap udara, karena udara sangat berperan besar dari usia jamur tersebut, udara dapat mempercepat perkembanganya bakteri pembusuk terhadap suatu produk. Kemasan yang baik akan membuat jamur dapat bertahan hingga 3 minggu.
  4. Penjualan, anda dapat melakukan promosi dengan pengepul jamur tiram bila anda ingin mendapatkan hasil yang lebih besar jual lah langsung ke pasar atau bahkan langsung pada konsumen. Menitipkan jamur dagangan ke penjual sayur atau anda dapat melakukan promosi dan pendekatan kepada pemilik restoran atau pun pemilik rumah makan.
  5. Penjualan Langsung Pada Konsumen, melakukan penjualan langsung pada konsumen akan meningkatkan penghasilan secara penuh tanpa pihak ke-3, anda dapat melakukan kreativitas dan inovasi dalam pemrosesan jamur tiram tersebut. contoh nya anda dapat menjual jamur tiram dengan menggorengnya menjadi jamur crispy dan di tambahkan sedikit bumbu penyedap seperti keju, pedas, balado, dan lain-lain.
Tolong Di Share KawanPin on Pinterest0Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Share on Tumblr0
One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *